My Nice HomeWork 1
Disini saya akan memulai blog yang baru saya bisa membuatnya. Biar terdengar "gaptek" (gagap teknologi) yang terpenting terus belajar dan belajar . Karena setiap kita memiliki zaman yang berbeda dan keunikan disetiap zaman adalah kita tidak berhenti untuk belajar tanpa batas ruang dan waktu, itulah sebagian yang disebut universitas kehidupan.
Nice HomeWork menjadi salah satu sarana bagi saya untuk melakukan perbaikan diri dan belajar lebih banyak lagi mengenai fokus yang telah saya tentukan yaitu dunia parenting. Mengapa ilmu parenting menjadi sebuah pilihan yang akan saya tekuni?. Tentunya kita ingat selagi duduk di bangku formal, bahwa tidak ada pelajaran khusus yang mempelajari tentang parenting ini. Dan ternyata setelah lima tahun berada dalam kehidupan rumah tangga saya baru memasuki kesadaran penuh bahwa ilmu parenting sangat penting bukan hanya teori namun keiklasan untuk menerapkannya adalah modal yang harus dimiliki. Oleh karena itu saya harus selalu berada dalam 'kesadaran yang sejati' agar tetap dalam komitmen ini.
Setelah menentukan fokus ilmu, maka saya harus mengetahui bagaimana cara melalui prosesnya agar dapat menikmatinya. Hal pertama yaitu diri saya, saya harus membereskanya. Disini saya ingat kata bijak dari seorang praktisi pendidikan bahwa 'apabila kita keras kepada diri, maka lingkungan akan lunak kepada kita dan apabila kita lunak kepada diri maka lingkungan akan keras kepada diri kita. Mari kita definisikan kepada hal-hal yang positif, misalnya apabila kita memilih tidur-tiduran maka pekerjaan maka banyak pekerjaan yang tidak selesai. Artinya kita harus mulai mengatur tidur yang proporsional. Contoh kedua yaitu untuk menyelesaikan mainan anak-anak yang berantakan, jalan singkat yang diambil dengan memarahi anak kemudian langsung kita bereskan semua mainan dan menyimpannya di tempat tersembunyi, mudah dan aman bukan?. Coba opsi kedua yang mungkin terasa lebih menekan ego, mengatur emosi dan senyumm yang terasa berat yaitu dengan mengajak anak bicara dari hati ke hati, dari mata ke mata, derta kreatifitas baru kemudian mengajak anak untuk membereskan mainan bersama. Ini memerlukan pengulangan berkali-kali yang mungkin berat untuk kita, namun di sinilah anak akan belajar dan tanpa terkecuali kita sebagai orang tua juga turut belajar. Dari sini dapat dilihat bahwa 'kesiapan diri' adalah hal yang utama. Kedua yaitu, orang terdekat yaitu suami. Rumah tangga adalah tim yang memiliki nahkoda yaitu pasangan hidup. Maka dengan ridhonyalah penambahan gambar peta dapat dilakukan. Ketiga, Sumber ilmu. Pengetahuan mengenai sumber ilmu harus dipastikan dan dapat diperoleh dari mana saja. Kali ini sumber ilmu tersebut adalah melalui buku, seminar, komunitas, pasangan, anak-anak dan orang lain.
Berkaitan dengan berbagai macam hal di atas, sedikit banyaknya ada hal-hal yang agak menyimpang dari diri saya. Karena itulah saya mulai belajar untuk memperbaikinya. Perbaikan itu meliputi ikhlas menjalani kehidupan, mengendalikan diri dan emosi, menjadikan syari'at agama sebagai alat menempa diri, membiasakan menulis, selalu tersenyum, positif thinking, melatih kesabaran dan memperbanyak syukur serta lebih proporsional dengan waktu (saya suka sekali tidur walaupun dengan alasan ketiduran saat 'ngasi' baby).
Demikian mengenai ilmu di universitas kehidupan ini yang mulai saya tekuni semoga mendatangkan keberkahan dan Ridho dari Allah SWT. Apabila tulisan ini bermanfaat bagi Anda (pembaca) silahkan tinggalkan komentar agar kita dapat menjalin silaturrahmi yang baik. Terimakasih.. it's verry Nice HomeWork.
Komentar
Posting Komentar