Perjalanan Homeschooling Insania

Sampai hari ini, dari 8 tahun yang lalu domestikku selesai pukul 11.00 siang. Apa yang salah? Apakah suami tidak membantu domestik?. Cobalah tanya, dia pasti menjawab "saya membantunya setiap hari". Lalu tanyalah pada diri ini, apakah suami membantu?. Hatiku selalu menjawab "tidak atau ya, hanya sedikit".

Kenapa seperti itu? Aku juga tidak pernah tahu. Hari ini ketika pukul menunjukkan 10.16 dan mesin cuciku minta diganti air, aku mengira 'apakah pekerjaan domestik 100% dan suamiku memegang yang 10%?. Hati menjawab, ya benar seperti itu. Aku mencoba damai dalam Fikiran bahwa itulah penyebabnya.

Well, kalau begitu berapa prosentase domestik yang kamu inginkan dipegang oleh suami untuk dapat menjalankan apa yang kamu dan keluarga butuhkan? 'aku kira 50-60%'. Apakah itu tidak terlalu banyak untuknya yang harus bekerja dari pagi hingga malam?. 'ya, suamiku tidak akan mampu tambahan porsi sebanyak itu' lalu? 'aku sudah memintanya untuk bekerja siang saja dan beristirahat dimalam hari alih-alih sambil domestik'. Mungkin itu berat untuknya.

Baiklah, apakah ada cara lain? 'ya,aku sedang memikirkannya.

Awalnya aku ingin melatih kemandirian anak-anak, agar mereka bisa menuntaskan keperluan mereka sendiri. Namun sampai hari ini, entah apa sebabnya mereka masih membutuhkan bantuan kami hanya sekedar mengingatkan mandi dan makan, itu setiap hari. Berhasil, baru sampai tahap bisa belum terbiasa.

Aaah, kadang aku letih. Kamu tahu, selain domestik yang terhidang setiap hari di depan mata, konsep pendampingan HS juga harus disiapkan mulai dari tema dari hasil observasi, media, evaluasi, perencanaan, peningkatan daaan anaknya. Semua itu hanya ada dalam Fikiran, kenyataannya adalah domestik yang jadi pemenangnya.

Apakah HS menjadi pilihan favorit keluarga? 'ya, terutama kami sebagai orang tua'. 

Ok, kita kembali ke persoalan domestik yang menghabiskan waktumu. Bagaimana dengan orang ke tiga, apakah itu mungkin. 'Sangat mungkin, namun tidak mungkin dengan kondisi keuangan yang belum setabil'.

Sampai disini, aku belum tau bagaimana masalahmu bisa diselesaikan. Sampai jumpa nanti saat kita berdua lebih segar untuk membicarakannya kembali.

Komentar