Memasang bantalan Snap

Senyum mereka adalah kebahagiaan sederhana yang sangat berharga bagiku. Obat dari lelah, penyemangat saat menghadapi tantangan.

'Orang terdekat adalah yang pertama membantumu', ini merupakan kesejukan di dalam tantangan berat yang belum tergambar tepinya. Suami dan anak-anakku tanpa diminta, mereka sudah ada dikanan kiriku, siap mendukungku.

Tanpa disangka, Allah hadirkan proyek Clodi sebagai tantangan (menaikkan kelas). Ketika perencanaan A tidak dapat dilaksanakan, maka perencanaan B ditembus dan ternyata perencanaan C lah yang dieksekusi. Jauh memang, namun harus tetap yakin akan banyak hikmah dan manfaat nantinya.

Maka Benarlah, ketulusan dan kesiap siagaan suami dan anak-anak adalah salah satu hikmah & nikmat yang wajib disyukuri.

Tadinya saya tidak menyangka kalau anak-anak akan terlibat, pada usia Kakak 6 tahun dan si Abang usia 4 tahun.

Ayah yang sigap, sambil mengkondisikan anak-anak, beliau mengajak Kakak & Abang untuk memasang-masangkan bantalan kancing snap untuk clodi. Caranya mudah, potongan-potongan Pul ditusukkan pada bagian snap yang runcing nun tidak tajam. Mudah bukan?. Namun bila ayah mengerjakan aemdiri, butuh waktu 2x lipat. Sementara waktunya dapat diefektifkan untuk yang lain. Sbari fokus pada jahit-menjahit, saya tersenyum dan menyadari bahwa anak-anak sedang berada pada 'Math a round us'.

IIP/kuliahBunsay/tantangan10hari/ILoveMath/MathARoundUs



Komentar