Amplop Rumahku
Hari ini dunia pendidikan mulai
menggemari sebuah model penghargaan dari jepang, yaitu bagi anak yang
berprestasi akan diberikan hadiah/sebuah penghargaan sebagai bentuk apresiasi.
Bentuk hadiahnya pun bermacam-macam tidak harus berupa uang ataupun benda-benda
berharga lainya.
Pada kesempatan Ramadhan kali ini,
saya mencontek kreatifitas seorang teman homeschooler yang mengenalkan beberapa
perangkat bahasa ke dua, kepada anak-anaknya. Diantaranya yaitu nama bulan
dalam hijriah, foto perubahan ukuran bulan setiap harinya, angka dalam hitungan
arab. Setiap amplop mewakili tiga kategori yang ditempel bershaf secara
terbalik pada sebuah karton besar. Sehingga amplop-amplop tersebut siap diisi.
Isinya boleh apa saja, seperti: stiker, note book mini, kue, mainan, ikat
rambut atau bisa disesuaikan dengan keperluan anak dan permainan yang akan
dimainkan.
Setelah meminta izin, saya
menduplikasi ide tersebut dengan modifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan
dan usia anak-anak saya, yaitu 5 tahun dan 3 tahun. Saya menuliskan huruf-huruf
hijaiyyah dan angka arab di ujung kanan atas amplop. Amplop-amplop tersebut
kami menyebutnya rumah hijaiyyah sesuai hurufnya. Misalnya rumah alif, rumah ba
dan seterusnya. Hadiahnya tidak langsung dimasukkan semua, hal ini disesuaikan
dengan usia balita mereka yang masih dominan egonya. Bisa jadi sekali main,
semua amplop sudah dibuka karena ingin kue/isi di dalamnya. Jadi, untuk
menyiasati hal tersebut, saya hanya memasukkan hadiah ke dalam rumah hijaiyyah
yang ingin di kenalkan. Berikut ini dialok yang mereka lakukan dengan rumah
hijaiyyah :
Anak : assalamu’alaikum
alif (bila anak belum mengenal huruf nya, maka orang tua mengenalkanya dengan
ramah).
Hijaiyyah : wa’alaikumsalam abang... hai abang.. aku alif
(upayakan sesering mungkin menyebutkan nama hijaiyyahnya saat main).
Abang mau main dengan aku ya?
Anak : iyya...
boleh abang masuk kerumah alif?
Hijaiyyah : boleh dong abang.. abang tahu kah nomor rumahku ini
nomor berapa?
Anak : hmmm... tau dong... rumahmu..nomor 1
Hijaiyyah : horreee... abang benar.. silahkan masuk abang.
Anak : terimakasih alif... waaah.. apakah ini alif?
Hijaiyyah : itu untuk abang... silahkan menikmati abang... gimana
cara makanya abang?
Anak : horeee... terimakasih alif.. duduk dan baca
doa dong..
Nah begitu kira-kira contoh
dialoknya. Selanjutnya tinggal melakukan dialog dengan mengulang-ulang pemilik
rumah hijaiyyah.
Demikian, semoga bermanfaat ya...
Ramadhan#5
Komentar
Posting Komentar